PENTINGNYA
PENDIDIKAN POLITIK UNTUK MENCIPTAKAN DEMOKRASI YANG BERKUALITAS
Sekarang ini
keadaan politik di Indonesia tidak seperti yang diinginkan. Banyak rakyat
beranggapan bahwa politik di Indonesia adalah sesuatu yang hanya mementingkan
dan merebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara. Pemerintah Indonesia pun
tidak mampu menjalankan fungsinya sebagai wakil rakyat. Hal ini ditunjukkan
oleh sebagian rakyat yang mengeluh, karena hidup mereka belum dapat
disejahterakan oleh negara. Pandangan masyarakat terhadap politik itu sendiri
menjadi buruk, dikarenakan pemerintah Indonesia yang tidak menjalankan
kewajibannya sebagai wakil rakyat dengan baik.bagi mereka politik hanyalah
sesuatu yang buruk dalam mencapai kekuasaan.
Pemilihan
Kepala Daerah (Pilkada) pada tahun 2014 nanti, cenderung terjadi penyelewengan
berupa money politic. Hal tersebut, dikatakan salah satu narasumber dalam acara
seminar yang diselenggarakan KPU, yakni, Refli Harun dari Centre For Electoral
Reform. Menurutnya, permasalahan yang sering dialami oleh para calon Kepala
Daerah, tidak jauh dengan money politic dan mafia hukum. Sehingga, banyak para
calon kepala daerah menyalahi aturan.
kampanye
masih berkutat pada seputaran upaya membangun menara popularitas. Sehingga pola
dan kemasan kampanye menjadi karikatif, bombastis (lepas dari dimensi
pendidikan politik sebagai investasi berharga berdemokrasi), menjadi modus
utama menarik perhatian dan meraup suara dibandingkan menjadi pembuatan
kesepakatan antara yang akan berkuasa dengan yang akan dikuasai. Lemahnya aspek
substansial dari pola, isi, dan model kampanye pada Pemilukada Banten 2011,
kata Ikhsan, menyebabkan kekentalan nuansa pertarungan antar pasangan calon
bukan terletak pada kompetisi kualitas problem solving bagi masyarakat. Tetapi
lebih bergeser pada nuansa pertarungan premanisme politik, seperti saling rusak
media kampanye, besar-besaran, dan banyak-banyakan baliho, spanduk, dan
lain-lain. Ditambah dengan upaya saling jegal untuk mendapatkan tempat strategis
kampanye yang melibatkan massa dan berlomba mendatangkan jumlah pendukung
dalam satu lapangan terbuka, di samping konvoi yang seringkali menunjukkan
keberingasan massa kampanye di jalan.
dengan demikian masalah –masalah
mengenai perpolitikan yang berhubungan dengan kepemiluan sangat kompleks
sehingga masyarkat dituntuk untuk memiliki pengetahuan yang lebih tentang
masalah politik. Pemerintah mempunyai kewajiban dalam mencerdaskan rakyatnya
dan Partai Politik seperti yang diatur dalam Undang-undang Nomor 2 Tahun 2011
Tentang Partai politik Bahwa Partai Politik mempunyai kewajiban untuk melakukan
kegiatan pendidikan Politik kepada Masyarakat.
Pendidikan
politik adalah aktifitas yang bertujuan untuk membentuk dan menumbuhkan
orientasi-orientasi poltik pada individu. Ia meliputi keyakinan konsep yang
memiliki muatan politis, meliputi juga loyalitas dan perasaan politik, serta
pengetahuan dan wawasan politik yang menyebabkan seseorang memiliki kesadaran
terhadap persoalan politik dan sikap politik. Disamping itu, ia bertujuan agar
setiap individu mampu memberikan partisipasi politik yang aktif di
masyarakatnya. Pendidikan politik merupakan aktifitas yang terus berlanjut
sepanjang hidup manusia dan itu tidak mungkin terwujud secara utuh kecuali
dalam sebuah masyarakat yang bebas.Dengan demikian pendidikan politik memiliki
tiga tujua : membentuk kepribadian politik, kesadara politik, dan parsisipasi
politik. Pembentukan kepribadian politik dilakukan melalui metode tak langsung,
yaitu pelatihan dan sosialisasi, serta metode langsung berupa pengajaran
politik dan sejenisnya. Untuk menumbuhkan kesadaran politik ditempuh dua metode
: dialog dan pengajaran instruktif. Adapun partisispasi politik, ia terwujud
dengan keikutsertaaan individu-individu – secara sukarela—dalam kehidupan
politik masyarakatnya. Pendidikan politik dalam masyarakat manapun mempunyai
institusi dan perangkat yang menopangnya. Yang paling mendasar adalah keluarga,
sekolah, partai-partai politik dan berbagai macam media penerangan. Pendidikan
politik juga memiliki dasar dasar ideologis, sosisal dan politik . bertolak
dari situlah tujuan-tujuannya dirumuskan.
Jika
yang dimaksud dengan “Pendidikan” adalah proses menumbuhkan sisi-sisi
kepribadian manusia secara seimbang dan integral, maka “Pendidikan Politik”
dapat dikategorikan sebagai dimensi pendidikan, dalam konteks bahwa manusia
adalah makhluk politik . sebagaimana halnya bahwa pendidikan mempunyai
fungsi-fungsi pemikiran moral, dan ekonomi, maka pendidikan politik juga
mempunyai fungsi politik yang akan direalisasikan oleh lembaga-lembaga
pendidikan.Pendidikan politik itulah yang akan menyiapkan anak bangsa untuk
mengeluti persoalan social dalam medan kehidupan dalam bentuk atensi dan
partisipasi, menyiapkan mereka untuk mengemban tanggung jawab dan memberi
kesempatan yang mungkin mereka bisa menunaikan hak dan kewajibannya. Hal itu
menuntut pendidikan anak bangsa untuk menggeluti berbagai persoalan sosial
dalam medan kehidupan mereka dalam bentuk atensi dan partisipasinya secara
politik, sehingga mereka paham terhadap ideology politik yang dianutnnya untuk
kemudian membelanya dan dengannya mereka wujudkan cita-cita diri dan bangsanya.
Pendidikan politik inilah yang mentransfer nilai-nilai dan ideology politik
dari generasi ke generasi, dimulai dari usia dini dan terus berlan jut
sepanjang hayat. Pendidikan politik merupakan kebutuhan darurat bagi
masyarakat, karena berbagai factor yang saling mempengaruhi, dengan demikian
pendidikan politiklah yang dapat membentuk perasaan sebagai warga Negara yang
benar , membangun individu dengan sifat-sifat yang seharusnya, lalu
mengkristalkannya sehingga menjadi nasionalisme yang sebenarnya. Ialah yang
akan menumbuhkan perasaan untuk senantiasa barafiliasi, bertanggung jawab dan
berbangga akan jati diri bangsa. Tuntunan ini demikian mendesak dan sangat
dibutuhkan oleh masyarakat kita, mengingat bahwa penumbuhan perasaan seperti
itu menjadikan seorang warga Negara serius mengetahui hak dan kewajibannya,
serta berusaha memahami berbagai problematika masyarakat.
Manfaat
dari pendidikan politik adalah pemberdayaan masyarakat di bidang politik.maksud
dari pemberdayaan di bidang politik adalah membantu masyarakat memperoleh daya
untuk mengambil keputusan dan mementukan tindakan yang akan ia lakukan yang
terkait dengan diri mereka, termasuk mengurangi efek hambatan pribadi dan
sosial dalam melakukan tindakan. Hal ini dilakukan melakukan peningkatan
kemampuan dan rasa percaya diri untuk menggunakan daya yang ia miliiki. Dengan
pendidikan politik yang optimal maka akan menciptakan warga negara yang
mengetahui hak dan kewajibannya dan menyadari bahwa hak dipilih dan memilih
merupakan hak yang melekat pada dirinya. Dan juga menciptakan para pemilih yang
rasional yang sesuai dengan pemikirannya serta menjauhkan pemilu dari politik
uang karena para pemilih telah pandai dan menyadari bahwa uang tidak dapat
membeli hak suaranya. Pemilih tidak lagi memilih secara emosional ataupun
subjektif,tetapi lebih kepada program-program yang akan dilakukan untuk
mensejahterakan masyarakat. Sehingga dengan ini diharapkan suara-suara dalam
pemilu lebih berkualitas tidak suara yang apatis ataupun suara yang asal
memilih.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar